Langsung ke konten utama

Postingan

Catatan Tanpa Judul

Pernahkah kalian merasa begitu tidak diinginkan oleh siapapun? Sekeras apapun kalian berusaha untuk terlihat tegar namun akhirnya jatuh juga...

Selamat datang di tulisan pertama saya tahun ini. Sebenarnya banyak sekali yang ingin diceritakan dari awal tahun sampai saat ini, namun lagi-lagi, rasa malas selalu menjadi pemenangnya.

Awal tahun 2019 saya tidak cukup baik. Sampai detik ini pun sebenarnya tidak terlalu baik, hanya saja saya selalu berusaha untuk tidak peduli. Tetapi, sekeras apapun saya untuk terlihat tidak peduli, akan ada saat di mana saya begitu teluka akan suatu hal.

Pernahkah kalian menge-check satu per satu kontak yang ada di HP kalian?

Pernahkah kalian menge-check dengan siapa saja kalian pernah berkomunikasi, baik di line, whatsapp, atau media sosial lainnya?

Pernahkah kalian melihat satu per satu followers kalian yang berjumlah ratusan baik di instagram maupun twitter?

Saya sering.

Saya tidak tahu apakah memang di usia sekarang di mana teman memang sesuatu yang sang…
Postingan terbaru

People Come and Go

Orang-orang datang dan pergi, memang begitu jalannya....

Saya kembali menulis, begitu banyak perasaan selama ini yang ingin saya tulis. Rupanya yang paling menggebu-gebu masih tentang cinta.

Saya kembali merasakan perasaan cinta. Saya kembali merasakan sayang. Tetapi ini bukan perasaan terhadap satu orang.

Orang-orang datang pergi, sedikit banyak saya terbiasa. Ketika masih kuliah, saya mempunyai teman-teman yang bisa dibilang cukup dekat, kami berdelapan perempuan. Pergi ke kantin, jalan, merayakan ulang tahun, selalu kami lakukan berdelapan. Hingga pada semester 5 saya mulai menarik diri...

Saya mulai menyadari sesuatu terjadi pada diri saya, bahwa saya terlalu liar, saya terlalu tomboy, saya terlalu berbeda, dan saya tidak nyaman berada di lingkungan dekat wanita. Mereka tidak bersalah, saya yang terlalu aneh hingga akhirnya saya berjalan sendiri...


Di kampus, saya juga ikut latihan atletik di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) sekarang disebutnya Fakultas Ilmu Olahraga (FIO). Mungki…

Si Bocah Petualang

Hi, namaku Siti Maria Ulpah, anak ketiga dari tiga bersaudara. Kakakku yang pertama perempuan, sudah menikah dan mempunyai dua anak yang masih kecil-kecil. Kakakku yang kedua laki-laki, sudah menikah juga sekitar satu atau dua tahun lalu dan belum memiliki anak. Mereka sudah tidak tinggal di rumah, itu tandanya tinggal aku yang ada di rumah bersama kedua orang tuaku.

Ini cerita di balik petualanganku seorang diri.

Mungkin sebagian orang berpikir hidupku enak, menjadi anak bungsu dan mendapat perhatian serta kasih sayang penuh. Tidak perlu memikirkan apa-apa karena masih ada orang tua dan kakak yang yang membantu, tetapi semua pikiran orang itu salah ...

Keluargaku termasuk golongan tidak mampu saat itu, Bapakku hanya seorang petani, peternak kambing; bebek dan ayam. Ibuku membantu pekerjaan Bapakku. Masih teringat di benakku, aku kecil sering menemani Ibukku ke sawah menjaga kambing, kambing kami lepaskan untuk mencari rumput sendiri, kami hanya memantau supaya tidak terlalu jauh dan …

Solo Traveling Celebes 2017 Part III

Cerita sebelumnya : http://ulpahsm.blogspot.co.id/2018/05/solo-traveling-celebes-part-ii.html

Setelah kami saling berkenalan kemudian kami memulai perjalanan di Toraja. Oh iya, nama kenalan dari instagram itu Muhammad Ashar atau panggil saja Anca, punya travel sendiri, namanya Ogie Travel, kalau kalian mau melakukan trip kelompok atau pribadi bisa hubungi saja orangnya. Destinasinya yaitu Sulawesi Selatan sudah pasti; gunung Latimojong-Toraja-Makassar, pokoknya kalau mau ngetrip bisa hubungi langsung. Selain di Sulawesi Selatan, destinasi lainnya yaitu Lombok; gunung Rinjani dan sekitarnya, Bali, serta Ambon; gunung Binaiya dan sekitarnya. Temannya yang dari Bekasi namanya Pras, seorang traveler juga.

Dari lapangan Bakti Toraja Utara kemudian kami berangkat menuju Batutumonga.

Jadi kalau saya jelaskan seperti ini;

Sulawesi Selatan ibukotanya Makassar, Makassar itu kota, di sekitarnya masih banyak daerah seperti Maros, Sengkang, Pare-Pare, dan lainnya. Dari Makassar kalau mau ke Toraja…

Solo Traveling Celebes 2017 Part II

Buat yang belum sempat membaca cerita part I, di sini linknya ya : http://ulpahsm.blogspot.co.id/2018/02/solo-traveling-celebes-2017.html

Sampailah saya di Pare-Pare bersama sopir travel, kami berdua saja dan itu membuat saya agak sedikit takut. Kami sampai di Pare-Pare sekitar sore hari dan saya sempat diajak makan di tempat makan di dekat pelabuhan, sebenarnya kota itu cukup menyenangkan ditambah dengan saya yang tiba pada sore hari sehingga sangat jelas pemandangan matahari terbenam di pinggir laut. Yang membuat saya sedikit takut adalah saya di sana bersama seseorang yang sama sekali tidak saya kenal, saya tidak tahu sama sekali bagaimana watak atau kebiasaan orang Makassar, saya hanya bermodal percaya pada setiap orang yang saya temui. Setelah makan dengan pemandangan yang bagus, saya pun mengabadikan moment tersebut.

Selagi masih di Pare-Pare, sopir itu menawarkan ke tempat-tempat tertentu, sempat juga menawarkan agar saya tidak usah berangkat ke Toraja hari itu juga karena suda…

Solo Traveling Celebes 2017

Mengutip kata-kata dari Pramoedya Ananta Toer :
"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian." Ucapan bisa terlupa, tapi kata-kata yang dituliskan tetap abadi. Itulah kenapa banyak pendaki gunung yang mati saat kegiatan di alam tetapi jarang diingat, namun sosok Soe Hok Gie, pemuda kurus yang mati di Puncak Mahameru, dengan pemikiran-pemikiran dan tulisannya tetap dikenang hingga saat ini.

Sekalinya menulis rasanya tidak ingin berhenti, selalu ada materi untuk dijadikan tulisan, terutama setelah melakukan perjalanan.

Dan kali ini saya akan bercerita mengenai pengalaman saya pergi jalan-jalan sendiri atau lebih dikenal istilahnya dengan solo traveling.

Tujuan saya kali ini adalah Sulawesi Selatan. Kenapa Sulawesi Selatan? Ada apa di Sulawesi Selatan? Well, jawabannya juga tidak ditemukan sampai sekarang, dan kalau masih ada yang tanya, jawaban saya selalu, &quo…

Melarikan Diri ke Rinjani (bagian II)

Buat yang ketinggalan cerita sebelumnya, ini linknya ya : http://ulpahsm.blogspot.co.id/2018/01/melarikan-diri-ke-rinjani.html

Setelah sampai di puncak Rinjani yang saya lakukan adalah menangis. Tangisan segala yang sudah terjadi dalam hidup ini, tangisan kelelahan mendaki gunung Rinjani, tangisan mengalahkan keegoisan untuk menggapai puncak sendiri. Segala yang sudah terjadi, terulang di memori dan mengalir jatuh di pipi. Rinjani mengajarkan banyak hal, tentang kesabaran, keceriaan, kekecewaan, dan yang paling utama adalah rasa cinta. Perasaan mencintai negeri ini lebih dari apapun, perasaan untuk terus dapat menjelajah lebih jauh tentang Indonesia, perasaan untuk terus berjiwa muda walau raga menua. Rinjani, aku jatuh hati padamu.

Setelah diledek oleh teman karena menangis, akhirnya saya diam dan menikmati keindahan Rinjani dari atas, kemudian mengganti jacket dengan pakaian kebesaran dan toga.

Ketika yang lain berfoto dengan background rak dengan banyak buku, menyewa studio foto, b…