Si Bocah Petualang

Hi, namaku Siti Maria Ulpah, anak ketiga dari tiga bersaudara. Kakakku yang pertama perempuan, sudah menikah dan mempunyai dua anak yang masih kecil-kecil. Kakakku yang kedua laki-laki, sudah menikah juga sekitar satu atau dua tahun lalu dan belum memiliki anak. Mereka sudah tidak tinggal di rumah, itu tandanya tinggal aku yang ada di rumah bersama kedua orang tuaku.

Ini cerita di balik petualanganku seorang diri.

Mungkin sebagian orang berpikir hidupku enak, menjadi anak bungsu dan mendapat perhatian serta kasih sayang penuh. Tidak perlu memikirkan apa-apa karena masih ada orang tua dan kakak yang yang membantu, tetapi semua pikiran orang itu salah ...

Keluargaku termasuk golongan tidak mampu saat itu, Bapakku hanya seorang petani, peternak kambing; bebek dan ayam. Ibuku membantu pekerjaan Bapakku. Masih teringat di benakku, aku kecil sering menemani Ibukku ke sawah menjaga kambing, kambing kami lepaskan untuk mencari rumput sendiri, kami hanya memantau supaya tidak terlalu jauh dan tidak hilang diambil orang. Dulu daerah rumahku itu hanya berisi sawah dan danau (Danau Situ Cipondoh). Kalau siang hari aku disuruh Ibu pergi ke warteg pinggir jalan raya, aku membeli nasi bungkus dengan lauk telur balado, kikil serta sambal. Anak pemilik warteg itu teman SDku, jadi kalau aku membeli aku sering bertanya apa temanku ada di rumah. Entah kenapa aku kecil sudah begitu dekat dengan orang tua siapapun.

Aku memakan nasi bungkus itu berdua dengan Ibukku, rasanya nikmat sekali. Sampai sekarang aku masih ingat betul rasa nasi bungkus dengan lauk telur balado dan kikil itu.

Setelah sore dan kambing-kambingku sudah kenyang kemudian kami pulang, aku menggiring dari belakang supaya kambingku tetap jalan sesuai jalurnya hahaha.  Aku ingat betul ketika kambingku hamil dan beranak. Kambingku berisik, apalagi kalau beranaknya tengah malam, aku ribet sendiri mencari senter supaya terlihat, supaya anaknya tidak terinjak Ibunya. Kemudian kami bersihkan tempatnya. Kambingku lucu-lucu, aku sering memberinya susu menggunakan botol kalau anaknya terlalu banyak sehingga ada yang tidak kedapatan susu Ibunya.

Masa kecilku menyenangkan karena tinggal di kampung. Aku berangkat sekolah jalan kaki, pernah jalan kaki sambil makan nasi uduk karena takut ditinggal abangku. Nasi uduk saat itu juga aku masih ingat rasanya, nikmatnya. Nasi uduk berbalut daun pisang dengan isian semur, bihun, bawang goreng dan kerupuk yang dimakan sambil jalan hahaha.

Di sekolah aku selalu ditanamkan untuk selalu paling depan oleh Ibuku. Alasannya karena aku pendek, kalau di belakang nanti tidak kelihatan. Aku sering menjadi ketua kelas, karena aku galak. Peringkatku di sekolah antara satu sampai tiga selama enam tahun.

Lulus SD, aku masuk SMP tempat abangku juga. Alasan Ibuku karena katanya kalau ada yang galakin, nanti bilang abang aja hahaha.

Di SMP juga aku masih pintar tapi galak hahaha. Tomboynya engga ketulungan. Pulang sekolah naik mini kopaja yang isinya cowok semua, rambutku pernah dibondol abis biar keren kayak Mita the Virgin hahaha, nonton konser band di kampung, beli sepatu yang ada paku-pakunya biar keren kayak anak punk hahaha. Aku juga sebagai pelopor anak-anak lain membawa motor ke sekolah hahaha. Jadi dulu ada pengayaan sebelum Ujian Nasional (UN), masuk pagi-pagi banget, aku ke sekolah naik motor Honda Supra, karena takut motorku hilang, aku masukin aja ke dalam sekolah terus parkir sejajar sama motor guru-guru hahaha. Terus yang lain aku kasih tau,

"Daripada lu parkir di luar bayar, mending lu masukin aja bego", padahal parkir cuma seribu tapi kan lumayan kalo 10 motor sepuluh ribu parkiran doang, lama-lama aku bikin lahan buat parkir nih hahaha.

Pernah sewaktu jam pelajaran aku lari-larian di dalam kelas karena gurunya keluar, pas mau keluar pintu sambil lari guru IPAku masuk terus aku jadi balik kanan duduk diam di bangkuku. Kemudian guru IPAnya marah-marah, memanggil siapa saja yang tadi lari-larian. Majulah aku bersama cowok-cowok yang lain serta satu teman cewekku. Kemudian muka kami semua dicoret pakai penghapus papan tulis sampai hitam kemudian difoto. Aku malu tapi aku senang hahaha, guru IPAnya tertawa, matanya hilang alias merem! hahaha, gurunya cowok, namanya Pak Eko.

Lulus SMP aku mendapat NEM tertinggi satu sekolah, aku memilih masuk SMAN 3 Tangerang, alasan kali ini bukan karena ada abangku, tetapi karena dekat jalan raya, jadi kalau naik angkot tinggal turun terus sampe hahaha.

Sepertinya aku salah masuk sekolah hahaha, sekolahnya beneran sekolah. Masuk pagi pulang sore beneran belajar bawa buku paket tebel-tebel banget, sepatu harus hitam, baju engga boleh dikecilin, beneran sekolah itu hahaha.

Tapi semua berubah ketika aku kelas XI, aku menjadi finalis lomba lari tingkat SMA se-Kota Tangerang, kemudian menang, juara 1 terus lanjut tingkat provinsi, jadinya aku banyak dispen alias engga masuk hahaha.

Juara umum kedua kalau tidak salah
Jadi sewaktu masuk SMA, aku punya niatan dalam hati,

"Gua mau nama gua dipanggil ke depan pas upacara, terus semua orang ngeliatin gua, terus tepuk tangan buat gua. Gua mau semua orang kenal gua".

Ternyata niat bocah polos baru masuk SMA itu didenger sama Tuhan, terus dikabulkan pas kelas XII hahaha.

Saat menjelang Ujian Nasional aku pun masih latihan lari di Alun-Alun Ahmad Yani Kota Tangerang. Jadi sekolahku di Ciledug, latihanku di Tangerang Kotanya. Setiap ada jadwal latihan, barang bawaan sekolahku menjadi lebih berat. Aku harus berpikir dua kali, harus me-manage waktu dua kali, semuanya aku pikirkan. Aku sekolah naik motor, ke tempat latihan naik motor, punya SIM? Engga! hahaha padahal daerah lampu merah Tangerang banyak banget polisi, tapi selama itu aku engga pernah kena tilang, engga pernah kepikiran ketilang juga hahaha.

Udah mau lulus SMA, bingung mau kuliah apa jurusan apa. Yang aku tau aku cuma mau jadi guru, guru apaan aja bebas dah. Orang aku engga tau spesialisku di bidang apa hahaha.

Pernah nih ya, pengen jadi guru Bahasa Indonesia karena, "yaela bahasa Indonesia sendiri ini, gampang" hahaha pikiran macam apa itu. Guru olahraga, "kan gua sukanya aktivitas fisik, pasti gua seneng" padahal berenang aja engga bisa hahaha. Guru agama, "ya kan agama sendiri, nanti jadi guru agama naik motor gede alias CBR gitu, pake jacket kulit terus lepas helm isinya kerudung terus cewek yang bawa, kan keren!" hahaha padahal aing aja pendek tidak sampe naik CBR apalagi bawa hahaha.

Dan akhirnya memilih Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di UNJ! Hahaha. Aku keterima lewat jalur undangan (SNMPTN), padahal perasaan nilai aing engga bagus-bagus amat hahaha.

Masuk UNJ Alhamdulillah murah! hahaha masih kejangkau sama orang tua semesterannya yang cuma Rp.2.540.OOO.

Dan pada saat kuliah semua petualangan liarku berlanjut ....

Bersambung


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer